kalimat berjalan

Heartfelt, patient, and keep spirit!

Rabu, 01 Mei 2013

Teknologi Kuantum dan Komputer Masa Depan



Kecepatan komputer mengolah informasi sangat ditentukan oleh prosesornya. Dalam teknologi digital silikon (konvensional), untuk meningkatkan kecepatan prosesor kerapatan transistor dalam cip prosesor harus ditingkatkan. Upaya untuk meningkatkan kerapatan transistor ini tidak mungkin dilakukan terus menerus tanpa batas karena suatu saat pasti akan mencapai maksimum, yaitu ketika ukuran transistor sudah tidak dapat diperkecil lagi. Pada keadaan ini perlu ditemukan teknologi baru, misalnya teknologi kuantum, untuk meningkatkan kecepatan prosesor.Istilah kuantum (quantum) belakangan ini mulai populer dan sering digunakan dalam berbagai konsep yang memperkenalkan suatu paradigma baru, misalnya quantum learning, quantum teaching, quantum business, dan sebagainya. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa istilah kuantum pertama kali diperkenalkan oleh Max Planck, seorang fisikawan Jerman, dalam teori kuantum cahaya untuk menjelaskan radiasi benda hitam. Secara tak langsung teori inilah yang melahirkan fisika kuantum yang mempunyai efek dominan pada sistem dalam skala atomik.
Sejalan dengan perkembangan ilmu fisika dan informasi, belakangan ini telah mulai dikembangkan komputasi kuantum yang menggunakan prinsip-prinsip fisika kuantum. Komputasi kuantum ini nantinya diharapkan dapat melahirkan teknologi kuantum yang memungkinkan terobosan teknologi untuk mewujudkan komputer masa depan (komputer kuantum) yang bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan komputer konvensional yang dikenal saat ini.
Komputer kuantum adalah alat hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum, misalnya superposisi dan keterkaitan, untuk melakukan operasi data. Dalam komputasi klasik, jumlah data dihitung dengan bit; dalam komputer kuantum, hal ini dilakukan dengan qubit. Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.
Apa yang membedakan komputer kuantum dari komputer konvensional (digital)? Kita dapat mulai dengan mengamati secuil satuan informasi yang disebut satu bit, yaitu satu sistem fisis yang dapat dinyatakan dalam satu di antara dua keadaan (dua nilai logik) yang berbeda: ya atau tidak, benar atau salah, 0 atau 1. Satu bit informasi dapat diberikan oleh dua keadaan polarisasi cahaya atau dua keadaan elektronik suatu atom. Namun, jika satu atom dipilih untuk merepresentasikan satu bit informasi maka menurut mekanika kuantum di samping kedua keadaan elektronik yang berbeda, atom tersebut dapat pula berada dalam keadaan superposisi (paduan) dua keadaan tersebut. Atom tersebut dapat berada pada keadaan 0 dan 1 secara serentak. Secara umum, satu sistem kuantum dengan dua keadaan atau quantum bit (qubit) dapat dibuat berada dalam suatu keadaan superposisi dari kedua keadaan logiknya.
Perhatikan perbandingan berikut. Register konvensional tiga bit dalam satu saat hanya dapat menyimpan satu dari 8 kemungkinan keadaan yang berbeda seperti: 000, 001, 010, 011, 100, 101, 110, dan 111. Sebaliknya, suatu register kuantum tiga qubit dalam satu saat dapat menyimpan 8 kemungkinan keadaan yang berbeda tersebut secara serentak sebagai suatu superposisi kuantum. Jika jumlah qubit terus ditambahkan pada register maka kapasitas penyimpanan keadaan (informasi) dalam register akan meningkat secara eksponensial, yaitu secara serentak 3 qubit dapat menyimpan 8 keadaan berbeda, 4 qubit dapat menyimpan 16 keadaan berbeda, dan seterusnya sehingga secara umum N qubit dapat menyimpan sejumlah 2N keadaan berbeda.
Sekali suatu register disiapkan dalam suatu superposisi dari keadaan-keadaan yang berbeda, operasi-operasi pada semua keadaan itu dapat dilakukan secara bersamaan. Sebagai contoh, jika qubit-qubit tersimpan dalam atom-atom, pulsa laser yang diatur secara tepat dapat mempengaruhi keadaan-keadaan elektronik atom dan mengubah superposisi awal menjadi superposisi lain yang berbeda. Selama perubahan tersebut setiap keadaan dalam superposisi awal terpengaruh sehingga dapat dihasilkan suatu komputasi masif secara paralel dalam satu keping hardware kuantum.
Suatu komputer kuantum dalam satu langkah komputasi dapat melakukan operasi matematis pada 2N input berlainan yang tersimpan dalam superposisi koheren N qubit. Untuk melakukan hal yang sama, suatu komputer konvensional harus mengulang operasi sejumlah 2N kali atau harus digunakan 2N prosesor konvensional yang bekerja bersamaan. Komputer kuantum menawarkan peningkatan yang sangat luar biasa dalam penggunaan dua sumber daya komputasi utama, yaitu waktu dan memori.
Tahap awal menuju gerbang logika kuantum dan jaringan kuantum sederhana adalah usaha mengontrol fenomena kuantum dalam suatu eksperimen. George Johnson dari New York Times melaporkan bahwa di Los Alamos, USA, Dr Raymond Laflamme dan Dr Emanuel Knill sedang melakukan eksperimen yang mengaplikasikan komputasi kuantum dengan menggunakan NMR (nuclear magnetic resonance) yang sebelumnya sering digunakan untuk memetakan struktur molekul berdasarkan respons atom-atom penyusunnya terhadap gelombang elektromagnetik. Teknologi serupa ini, magnetic resonance imaging (MRI) sudah cukup lama dan cukup banyak digunakan di rumah sakit, yaitu untuk melakukan scanning pada jaringan tubuh manusia.
Dalam eksperimen yang telah dilakukan, lima qubit disimpan dalam spin-spin inti lima atom yang menyusun suatu molekul yang disebut asam kroton (crotonic acid) yang disintesis secara khusus oleh ahli kimia Los Alamos, Dr Rudy Martinez. Spin merupakan besaran intrinsik dalam fisika kuantum, secara analog digambarkan sebagai efek yang timbul dari gerak putar seperti gasing yang dapat berinteraksi dengan medan magnet. Jika gerak putar searah jarum jam dinyatakan sebagai keadaan spin down atau 0, maka gerak putar dalam arah berlawanan jarum jam dinyatakan sebagai keadaan spin up atau 1.
Mula-mula suatu sampel asam kroton yang berisi sekitar 1021 (satu milyar trilyun) molekul diletakkan di dalam inti spektrometer NMR. Sejumlah nitrogen dan helium cair digunakan untuk mendinginkan kumparan superkonduktor NMR untuk menghasilkan medan magnet yang sangat kuat.
Pada awal eksperimen, spin inti-inti atom dalam molekul asam kroton berorientasi ke segala arah secara acak. Melalui keyboard komputer yang terhubung ke NMR, peneliti meratakan arah spin dengan medan elektromagnetik, hanya saja hasilnya tidak sepenuhnya rapi.
Medan magnet yang kuat dalam NMR hanya dapat menyebabkan sebagian kecil, sekitar 1013 (sepuluh trilyun) molekul, mempunyai orientasi spin inti yang dapat dinyatakan sebagai 11111. Molekul-molekul homogin inilah yang digunakan dalam komputasi kuantum. Hal ini dapat dilakukan sebab setiap spin dari kelima inti dalam molekul tersebut beresonansi pada frekuensi yang berbeda.
Dengan menggunakan pulsa gelombang radio peneliti dapat memilih spin inti tertentu, misalnya inti kedua, dan menggoncangkannya serupa bel sehingga semua spin inti kedua dari sekitar 10 trilyun molekul tersebut berdenting secara sinkron. Jika pulsa gelombang radio diatur dalam selang waktu yang tepat, spin inti-inti kedua dapat diputar ke arah berlawanan, disimbolkan sebagai keadaan 0. Pulsa lain dengan karakteristik sama akan mengembalikan orientasi spin inti-inti kedua ke arah semula atau keadaan 1. Sebaliknya, pulsa dengan selang waktu setengah kali akan menyebabkan spin inti-inti tersebut berada dalam superposisi kuantum: secara bersamaan pada keadaan 1 dan 0.
Yang digambarkan di atas tak lain daripada suatu saklar kuantum. Suatu molekul dapat digunakan untuk melakukan perhitungan sebab spin inti-inti atomnya, seperti saklar-saklar kecil di dalam cip komputer, dapat berinteraksi satu terhadap yang lain: suatu pulsa gelombang radio akan menyebabkan spin inti tertentu berubah dari keadaan 1 ke 0 atau sebaliknya. Di dalam komputer digital susunan demikian ini dikenal sebagai gerbang logika, komponen dasar untuk suatu komputasi. Serangkaian gerbang logika memungkinkan suatu komputasi dapat dilakukan.
Berbekal keberhasilan dan pengetahuan yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, kelompok peneliti di Los Alamos melakukan penelitian komputasi kuantum dengan menggunakan 10 qubit. Dalam penelitian ini mereka melakukan koreksi kesalahan kuantum, salah satu komponen yang sangat penting bagi perkembangan teknologi kuantum.
Dapatkah komputer kuantum direalisasikan dalam waktu dekat merupakan suatu pertanyaan yang sulit dijawab. Lahirnya teknologi baru selalu membawa perubahan yang perlu dicermati dan diantisipasi. Yang pasti, teknologi kuantum untuk mewujudkan komputer kuantum akan membawa paradigma baru dalam dunia komputer, baik dari segi hardware maupun software (algoritma).

Teori Belajar Piaget


Jean Piaget menyebut bahwa struktur kognitif disebut dengan skemata atau struktur, yaitu kumpulan dari skema-skema. Artinya seorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dengan demikian seorang individu yang lebih dewasa memiliki struktur kognitif yang lebih lengkap dibandingkan ketika masih kecil.
Perkembangan skemata berlangsung secara terus menerus melalui adaptasi dengan lingkunganya. Skemata tersebut membentuk suatu pola penalaran tertentu dalam pikiran anak. Semakin baik kualitas skema ini, maka semakin baik pula pola penalaran dan tingkat intelegensi anak tersebut, kondisi ini disebut dengan equilibrium, namun ketika anak menghadapi situasi baru yang tidak bisa dijelaskan dengan pola penaralan maka akan mengalami disequilibrium.
Menurut Piaget, intelegensi terdiri dari tiga aspek yaitu:
1. Struktur (structure)
Terbentuk dari hubungan fungsional anak antara tindakan fisik, tindakan mental dan perkembangan berpikir logis anak dalam berinteraksi dengan lingkungan, kemudian tindakan tersebut menuju pada perkembangan operasi-operasi dan selanjutnya menuju perkembangan struktur atau skemata. Diperolehnya skemata berarti telah terjadi perubahan dalam perkembangan intelektual anak.
2.  Isi  (content)
Isi disebut juga dengan content, yaitu pola perilaku anak yang khas yang tercermin pada respons yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapi.
3.  Fungsi (function)
Fungsi adalah cara yang digunakan organisme dalam mencapai kemajuan intelektual. Menurut piaget perkembangan intelektual anak terdiri dari dua fungsi yaitu
a. Organisasi, yaitu kemampuan untuk mengorganisasi proses-proses fisik atau proses-proses psikologi menjadi sistem-sistem yang teratur dan berhubungan.
b. Adaptasi, yaitu penyesuaian diri individu terhadap lingkungannya.
Proses terjadinya adaptasi  dari skemata yang telah terbentuk dengan stimulus baru dilakukan dengan dua cara yaitu:Pertama asimilasi adalah proses pengintegrasian secara langsung stimulus baru ke dalam skemata yang telah terbentuk atau  kemampuan individu untuk mengatasi masalah dalam lingkungannya dengan menggunakan struktur kognitifnya. Kedua  Akomodasi adalah proses pengintegrasian stimulus baru ke dalam skema yang telah terbentuk secara tidak langsung/proses  perubahan respons individu terhadap stimulus lingkungan.

Tahap-Tahap Perkembangan
Berdasarkan hasil penelitiannya, piaget menemukan empat tahapan perkembangan kognitif yaitu:
1.      Tahap sensori motor (0-2 tahun)
            Merupakan gerakan-gerakan sebagai akibat reaksi langsung dari rangsangan. Rangsangan itu timbul karena anak melihat dan meraba obyek-obyek. Anak belum mempunyai kesadaran adanya konsep obyek tetap. Jika obyek hilang anak tidak akan mencarinya. Pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh)  dan sensori (koordinasi alat indra).
2.      Tahap pra operasi (2-7 tahun)
            Tahap pra operasi terbagi atas dua yaitu pertama pemikiran prakonseptual (sekitar usia 2-4 tahun),ciri anak pada tahap ini adalah anak mulai membentuk konsep sederhana, anak mulai mampu mengklasifikasi benda-benda dalam kelompok tertentu berdasarkan kemiripannya. Kedua periode pemikiran intuitif (sekitar usia 4-7 tahun). Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. Operasi yang digunakan adalah tindakan-tindakan kognitif, misalnya mengklasifikasikan sekelompok objek, menata letak  benda-benda menurut urutan tertentu. Pada tahap ini anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya, pemikiran anak lebih banyak berdasarkan  pada pengalaman konkrit daripada pemikiran logis. Pengalaman anak pada tahap ini hanya sampai pada tahap operasional belum memahami konsep kekekalan dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan.

3.      Tahap operasi konkrit (7-11 tahun)
      Pada tahap ini umumnya anak sudah berada di Sekolah Dasar, sehingga semistanya guru sudah mengetahui benar kondisi anak pada tahap ini. Guru-guru harus mengetahui apa yang telah dimiliki anak pada tahap ini dan kemampuan apa yang  belum dimilikinya.
       Pada tahap ini anak telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit serta sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. Misalnya anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematika. Akan tetapi anak belum dapat menghadapi  hal-hal yang abstrak (tak berwujud).
       Piaget mengidentifikasi adanya enam jenis konsep kekalan yang berkembang selama anak berada pada tahap operasi konkrit, yaitu:
a) Kekekalan banyak (6-7 tahun)
b) Kekekalan materi   (7-8 tahun)
c) Kekekalan panjang (7-8 tahun)
d) Kekekalan luas (8-9 tahun)
e) Kekekalan berat (9-10 tahun)
f) Kekekalan Volum (11-12 tahun)

4.      Tahap operasi formal (usia 11 keatas)
         Periode operasi formal ini disebut juga periode operasi hipotetik-deduktif yang merupakan tahap  tertinggi dari perkembangan intelektual.
Kemampuan Anak-anak pada periode ini yang perlu diperhatikan guru adalah:
a)    Anak sudah dapat memberikan alasan dengan menggunakan lebih banyak simbul atau gagasan dalam cara berpikirnya
b)  Anak sudah mampu dapat mengoperasikan argumen-argumen tanpa dikaitkan benda-benad empiris.
c)   Anak mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan kompleks dari pada anak yang berada dalam  periode operasi konkrit.
d)    Anak sudah mampu menggunakan hubungan-hubungan di antara objek-objek apabila ternyata manipulasi objek-objek tidak memungkinkan.
e)   Anak telah mampu melihat hubungan-hubungan abstrak dann menggunakan proposisi-proposisi logic-formal termasuk aksioma dan defenisi-defenisi verbal.
f)    Anak mampu berpikir kombinatorial, artinya bila anak dihadapkan kepada suatu masalah, ia dapat mengisolasi factor-faktor tersendiri atau kombinasikan factor-faktor itu sehingga menuju penyelesaian tadi.

            Menurut Piaget, tahap-tahap berpikir itu adalah pasti dan spontan namun umur kronologis yang diberikan itu adalah fleksibel, terutama selama masa transisi dari periode yang satu ke periode berikutnya. Umur kronologis itu dapat saling tindih tergantung individunya. Piaget berpendapat, tidak ada gunanya bila kita memaksa anak untuk cepat berpindah ke periode berikutnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
Piaget mengidentifikasi lima faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak, yaitu:
1.      Kedewasaan atau kematangan
Proses perkembangan sistem saraf sentral, otak, koordinasi motorik, dan manifestasi fisik lainnya mempengaruhi perkembangan kognitif.
2.      Pengalaman fisik
Interaksi dengan lingkungan fisik digunakan untuk mengabstrak berbagai sifat fisik dari benda-benda. Contoh, bila seorang anak menjatuhkan benda dan menemukan benda itu pecah, atau bila anak menempatkan benda dalam air kemudian anak melihat benda tersebut terapung, maka anak telah terlibat dalam proses abstraksi. Proses inilah yang disebut dengan pengalaman fisik. Pengalaman fisik ini meningkatkan kecepatan perkembangan anak, sebab observasi benda-benda serta sifat benda-benda menolong timbulnya pikiran yang lebih kompleks.
3.      Pengalaman logika-matematik
Interaksi dengan lingkungan dengan cara mengamati benda-benda disekililingnya atau mengkonstruksi hubungan-hubungan antara objek-objek
Contoh. Anak yang sedang menghitung kelereng, kemudian anak tersebut menemukan kelerengnya berjumlah sepuluh buah. Dalam proses ini anak tidak menemukan sifat dari kelereng melainkan kontuksi dari pikiran anak tersebut.
4.      Transmisi sosial
Interaksi dan kerja sama anak dengan orang lain atau dengan lingkungnya. Hal ini amat penting bagi perkembangan mental anak. Perkembangan mental anak diperoleh melalui pengaruh bahasa, intruksi formal, dan membaca.
5.      Penyetimbangan (Equilibrium
Proses adanya kehilangan stabilitas di dalam struktur mental sebagai  akibat pengalaman dan informasi baru dan kembali setimbang melalui proses asimilasi dan akomodasi. Sebagai hasil dari equilibrium, struktur mental berkembang dan menjadi matang.

Sikus Belajar
Prinsip belajar piaget adalah kontruktivis yaitu pengajaran efektif yang menghendaki guru agar mengetahui bagaimana para siswa memandang fenomena yang menjadi subjeks pengajaran. Pengajaran kemudian dikembangkan dari gagasan yang telah ada, melalui langkah-langkah intermediet dan berakhir degan gagasan yang telah mengalami modifikasi.
 Strategi yang digunakan adalah
 a.      Fase deskriptif
Siklus belajar deskriptif menghendaki hanya pola-pola deskriptip (misalnya seriasi, klasifikasi, konsurvasi). Dalam sisklus ini, para siswa menemukan dan memberikan suatu pola empiris dalam suatu konteks khusus (ekslopolari). Guru memberi nama pada pola itu (pengenalan atau konsep); kemudian pola itu ditentukan dalam konteks-konteks lain (aplikasi konsep). Untuk siklus belajar ini disebut deskriptif, sebab siswa dan guru hanya memberikan apa yang mereka amati tanpa usaha melahirkan hipotesis-hipotesis untuk menjelaskan hasil pengamatan mereka. Siklus belajar deskriptif menjawab pertanyaan, apa?, tetapi tidak menimbulkan pertanyaan, mengapa?


b.      Fase Empiris Deduktif
Yaitu, para siswa menemukan dan memberikan suatu pola empiris dalam suatu konteks khusus (eksplorasi), tetapi mereka selanjutnya mengemukakan sebab-sebab yang mungkin tentang terjadinya pola itu. Hal ini membutuhkan penggunaaan penalaran analogi untuk memindahkan atau mentransfer konsep-konsep yang telah dipelajari dalam konteks-konteks lain pada konteks baru ini (pengenalan konsep). Konsep-konsep itu dapat diperkenalkan oleh para siswa, guru atau keduanya. Dengan bimbingan guru para siswa menganalisis data yang dikumpulkan selama fase eksplorasi untuk melihat apakah sebab-sebab yang dihipotesiskan ajek dengan data dan fenomena lain yang dikenal (aplikasi-konsep). Dengan kata lain, pengamatan-pengamatan dilakukan secara deskriptif, tetapi bentuk siklus ini menghendaki lebih jauh, yaitu mengemukakan sebab dan menguji sebab itu. Oleh karena itu diberi nama empiris-induktif

c.       Fase Hipotesis-Deduktif
Yaitu dimulai dengan pernyataan berupa suatu pertanyaan sebab. Para siswa diminta untuk merumuskan jawaban-jawaban (hipotesis-hipotesis) yang mungkin terhadap pertanyaan itu. Selanjutnya para siswa diminta untuk menurunkan konsekuensi-konsekuensi logis dari hipotetsis-hipotesis ini, dan merencanakan serta melakukan eksperimen-eksperimen untuk menguji hipotesis-hipotesis (eksplorasi).

Implikasi Teori Belajar Piaget
Penerapan teori perkembangan kognitif Piaget di kelas adalah:
a)   Guru harus mengerti cara berpikir anak, bukan sebaliknya anak yang beradaptasi dengan guru.
b) Agar pembelajaran yang berpusat pada anak berlangsung efektif, guru tidak meninggalkan anak-anak belajar sendiri, tetapi mereka memberi tugas khusus yang dirancang untuk membimbing para siswa menemukan dan menyelesaikan masalah sendiri. Metode yang baik digunakan adalah dengan menemukan (discovery).
c)      Tidak menghukum siswa jika menjawab pertanyaan yang salah.
d) Menekankan kepada para siswa agar mau menciptakan pertanyaa-pertanyaan  dari permasalahan yang ada serta pemecahan permasalahannya.
e)      Tidak meninggalkan anak pada saat di beri tugas.
f)       Membimbing siswa dalam menemukakan dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
g)      Menghindari istilah-istilah teknis.
h)      Menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berpikir anak karena Bahasa dan cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa.
i)        Menganjurkan para siswa berpikir dengan cara  mereka sendiri.
j)        Memilih pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
k) Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
l)  Memberi peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
m) Didalam kelas, anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara  dan berdiskusi dengan teman-temannya.

Bakat Peserta Didik


1.        PENGERTIAN BAKAT
Tidak dipungkiri bahwa ada perbedaan antara individu satu dengan yang lain dalam tingkat kemampuan atau prestasi mereka dalam bidang musik, seni, mekanik, pidato, kepemimpinan dan olahraga serta bidang-bidang yang lain. Sejauh mana perbedaan-perbedaan itu dibawa sejak lahir atau hasil dari latihan atau pengalaman.
Pembawaan dan bakat adalah dua istilah yang mempunyai maksud sama. Tetapi pengalaman sehari-hari, dapat ditemukan perbedaan diantara keduanya dari segi makna. Titik berat perbedaanya terletak pada luas pengertiannya. Sebagai contoh, si A berpembawaan penyanyi, dapat juga dikatakan si A berbakat penyanyi. Akan tetapi, si A berpembawaan rambut ikal, janggal jika dikatakan si A berbakat rambut ikal. Dari contoh tersebut, dapat diketahui bahwa bakat lebih dekat maknanya dengan aptitude (kecakapan pembawaan) yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan (potensi-potensi) tertentu. Sedangkan kata pembawaan mempunyai arti yang lebih luas, yaitu semua sifat, ciri dan kesanggupan yang dibawa sejak lahir.
Dari uraian tersebut, bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan “bakat”memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. Kapasitas sering digunakan sebagai sinonim dari “kemampuan” dan biasanya diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan sepenuhnya di masa mendatang apabila latihan dilakukan secara optimal. Namun, dalam prakteknya kapasitas seseorang jarang tercapai.
Jadi bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang relatif bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut juga talent. (Conny Semiawan, dkk.1987) 

2.        DIMENSI BAKAT
Guilford mengemukakan bahwa bakat itu mencakup 3 dimensi psikologis, yaitu:  1) dimensi perseptual
                        2) dimensi psikomotor
                        3) dimensi intelektual 
       a.  Dimensi perseptual
Dimensi perseptual meliputi kemampuan dalam mengadakan persepsi yang meliputi faktor-faktor antara lain:
1)        Kepekaan indera
2)        Perhatian
3)        Orientasi waktu
4)        Luasnya daerah persepsi
5)        Kecepatan persepsi
b.      Dimensi psikomotor
Dimensi psikomotor mencakup enam faktor, yaitu:
1)      Kekuatan
2)      Impuls
3)      Kecepatan gerak
4)      Ketelitian, yang terdiri atas dua macam, yaitu:
(a)      Faktor kecepatan statis, yang menitikberatkan pada posisi.
(b)     Faktor ketetapan dinamis, yang menitikberatkan pada gerakan.
5)      Koordinasi
6)      Keluwesan (flexibility

c.       Dimensi intelektual
Dimensi inilah yang umumnya menjadi sorotan luas, karena dimensi inilah yang mempunyai implikasi terhadap dunia begitu luas. Dimensi ini meliputi lima faktor, yaitu:
1)   Faktor ingatan yang mencakup ingatan mengenai: (a) substansi; (b) relasi; (c) sistem.
2)   Faktor ingatan mengenai pengenalan terhadap: (a) keseluruhan informasi; (b) golongan (kelas).
3)   Faktor evaluatif, yang meliputi evaluasi mengenai: (a) identitas; (b) relasi-relasi; (c) sistem; dan (d) kepekaan terhadap problem yang dihadapi.
4)    Faktor berpikir konvergen, yang meliputi faktor untuk menghasilkan: (a) nama-nama; (b) hubungan-hubungan; (c) sistem-sistem; (d) transformasi; dan (e) implikasi-implikasi yang unik.
5)   Faktor berpikir divergen, yang meliputi faktor: (a) menghasilkan unit-unit; (b) pengalihan kelas secara spontan; (c) kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan; (d) menghasilkan sistem; (e) transformasi divergen; dan (f) menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka.

3.             JENIS-JENIS BAKAT
Penelitian seorang psikolog dari Harvard-Amerika bernama Howard Gardner (1983) mengklasifikasikan bakat dalam beberapa kategori, antara lain :
1) Linguistic Intelegence, orang ini sangat hebat dibidang linguistic. Ia sangat pandai dalam mengolah bahasa. Contohnya, penyair legendaries Shakespeare dan penulis buku Harry Potter, J.K.Rowling
2) Logical-mahematical Intelegence, penalaran dan matematika orang ini sangat menonjol dalam hitung menghitung dan tidak bisa dibantah, memiliki IQ yang tinggi. Contohnya, Albert Enstein dan Bill Gates
3) Spatial Intelegence, orang-orang yang jenius dalam bidang ini pandai mengolah informasi visual dan daya khayalnya sangat tinggi. Kebanyakan mereka seirang artis atau seniman, seperti Leonardo Da Vinci.
4) Musical Intelegence, orang ini hebat dalam bidang music baik dalam menciptakan music maupun memainkan alat music. Contohnya Mozart.
5) Bodily-kinesthetic Intelegence, orang ini sangat hebat di bidang olah tubuh, seperti menari, olahraga dan seni drama. Contohnya Pele.
6) Interpersonal Intelgence, orang ini sangat pandai dalam bersosialisasi dan memahami orang lain. Contohnya, princess of hearts, Lady Diana
7) Interpersonal Intelegence, kecerdasan orang tipe ini berhubungan dengan bakatnya memahami dan mengatur diri sendiri. Contohnya, Mahatma Gandhi.

4.             KAITAN ANTARA BAKAT DENGAN PRESTASI
Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar bakat tersebut menjadi prestasi. Misalnya, seseorang mempunyai bakat menyanyi, jika ia tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut juga tidak akan nampak. Sebaliknya, jika ia diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan menunjukkan minat yang besar terhadap bakat yang ia miliki, bukan hal yang tidak mungkin jika ia dapat menjadi penyanyi terkenal. Jadi, bakat dapat berbuah prestasi jika ditunjang oleh latihan, pengetahuan, pengalaman dan motivasi baik intern maupun ekstern.

Selasa, 09 April 2013

AAI Mengalihkan Duniaku


Kesuksesan merupakan suatu hal yang bisa didapat dengan usaha yang keras, selalu berdoa dan menyerahkan semua hasil usaha kita kepada Allah AWT. Selalu bersemangat dan pantang menyerah adalah ciri orang sukses.
Bismillahirrohmanirrohim, semoga apa yang saya sampaikan pada tulisan ini dapat diambil manfaatnya dan segala yang berhubungan dengan sifat riya ataupun sombong tidak terdapat dalam tulisan ini. Karena tujuan saya menulis tulisan ini adalah untuk berbagi pengalaman kepada yang membaca tulisan ini. Harapannya setelah membaca tulisan ini, dapat termotivasi juga seperti apa yang saya rasakan saat ini.
Untuk sebagian orang yang membaca tulisan ini pasti bertanya-tanya apa itu AAI? Tetapi bagi mahasiswa muslim UNS ketika disebut nama AAI pasti akan tersenyum. AAI bukanlah nama orang, bukan pula sebuah benda. AAI merupakan sebuah wadah aspirasi mahasiswa muslim di UNS.
Bagi saya, AAI itu menyenangkan, tau kenapa? Ya, AAI itu asyik. Banyak sekali manfaat mengikuti AAI. Yang tadinya saya tidak tahu, sekarang saya menjadi tahu. Yang tadinya saya tidak bisa, saya mendapat banyak motivasi karena mengikuti AAI.
AAI merupakan kependekan dari Asistensi Agama Islam. Nah, dari namanya saja kita pasti penasaran bukan, apa saja sih kegiatan yang ada di AAI tersebut? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak kisah perjalanan saya selama mengikuti AAI berikut ini.
Pada awalnya, saya tidak pernah menyangka saya akan masuk Universitas Sebelas Maret. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keinginan saya semakin besar untuk bisa mendapatkan bangku kuliah di UNS ini sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di Surakarta. Ya, saya bukan warga asli Surakarta. Saya datang dari jauh, dari suatu wilayah yang sebagian warga Jawanya ternyata tidak mengetahui wilayah itu. Saya berasal dari Jambi, wilayah dimana saya dibesarkan dari kecil hingga dewasa.
Banyak orang yang bertanya, mengapa saya memilih untuk berkuliah di Surakarta, apakah di Jambi tidak ada universitas? Ketika ada orang yang bertanya demikian saya menjawab dengan senyuman, dan  berusaha menjelaskan alas an saya. Saya telah bertekad untuk berkuliah di luar Pulau Sumatera sejak duduk di bangku SMA. Saya merasa saya ingin mencoba suasana baru yang tidak hanya di Jambi saja.
Kemudian, dengan tekad yang kuat, saya berusaha dengan maksimal, dan yang paling penting selalu berdoa kepada Allah SWT., akhirnya saya bisa meraih apa yang menjadi keinginan saya. Ini juga tidak terlepas dari dukungan orang-orang di sekitar saya, yang paling utama adalah restu orang tua. Karena jika orang tua ridho, Allah juga akan meridhoi setiap usaha kita. Saya sangat bersyukur dengan nikmat yang Allah kasih kepada saya.
Alhamdulillah, setelah masuk di UNS, saya menemukan sebuah kegiatan yang menurut saya menarik, seperti saat dulu saya di SMA. Belajar agama yang diasisteni oleh mbak-mbak yang  sudah lebih banyak mengetahui tentang Islam.
Pada awalnya, saya penasaran dengan kegiatan-kegiatan yang ada di AAI nantinya. Ternyata AAI berbeda, AAI itu spesial. AAI diawali dengan adanya Grand Opening AAI. Pada saat itu saya masih ingat bahwa diwajibkan untuk menghadiri acara tersebut. pada mulanya saya tidak tahu apa itu AAI. Namun ternyata saat melihat peserta yang mengikuti sangat banyak, saya berpikir bahwa sepertinya menarik. Kemudian saya diberitahu siapa saja kelompok AAI saya dan siapa pula yang mengasisteni kelompok saya. Setiap asisten mengasisteni sekitar 6-10 anak.
Kelompok AAI saya adalah Arum Angger Rosiah, Aya Sofia, Fitriana Prihati, Indayati, Lis tyas, Luthfiah Dyaka Rose, Marsha Kun Uminingtyas, Siti Zulaichah, dan saya sendiri Nuri Istifah Khasanah. Semuanya merupakan pendidikan fisika kelas B 2012. Kemudian, asisten AAI saya adalah Mbak Isti Rahayu, atau yang biasa dipanggil Mbak IU.
Nah, ketika pertama kali ada acara kumpul AAI, saya merasa sedikit canggung dengan asisten saya. Namun, lama-kelamaan saya tidak canggung lagi, mungkin karena baru pertama. Ya seperti biasa, di setiap awal pertemuan pasti ada perkenalan. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Dengan adanya perkenalan tersebut, saya menjadi lebih mengetahui bagaimana sebenarnya teman-teman saya. Yang dulunya tidak tahu, sekarang menjadi tahu.
Kemudian, seperti biasanya lagi dibuat susunan kepengurusan AAI. Dipilih yang menjadi ketua, sekretaris, dan bendahara. Dan yang diamanahi menjadi ketua adalah Siti Zulaichah, untuk sekretaris sendiri kebetulan saya yang mendapat amanahnya, dan untuk Luthfiah Dyaka Rose diamanahi sebagai bendahara. Tugas masing-masing juga sudah diberitahu dan atas persetujuan teman-teman semuanya.
Dan untuk seterusnya, kegiatan AAI adalah ada tausiah, tilawah, hafalan, dan materi dari asisten saya, mbak IU. Namun, semua anggota mendapat giliran untuk menjadi MC dan tausiah. Tausiah tidak harus panjang, namun dengan satu hadits saja sudah bisa diambil pelajaran dari hadits tersebut. namun bukan berarti tidak boleh panjang. Jika yang sedikit saja bermanfaat, apalagi kalau banyak yang disampaikan.
Untuk tilawah, pada awalnya hanya dibacakan oleh siapa yang mau saja, namun untuk seterusnya tilawah dibacakan secara berkelanjutan oleh masing-masing anggota, dimulai dari 3-5 ayat. Untuk hafalan sendiri, disepakati bahwa minimal 10 ayat dalam 1 minggu. Atau boleh juga dalam 1 minggu menghafal 1 surat pendek.
Selain itu, di AAI juga ada kegiatan untuk amal yaumi. Nah, amal yauminya meliputi sholat rawatib, sholat berjamaah, tilawah, sholat malam, sholat dhuha, puasa sunah, sholat dhuha. Untuk amal yaumi, disepakati banyaknya minimal dalam satu minggu. Ini dibuat tabel, sehingga kita bisa mengetahui tingkat amal yaumi kita perminggu, apakah semakin naik atau sebaliknya. Namun diharapkan agar tiap minggu semakin naik, aamiin.
Dari semua penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa kegiatan AAI itu kegiatan positif yang banyak sekali manfaatnya apabila kita ikuti secara sungguh-sungguh. Mulai dari kegiatan tausiah, tilawah, sampai kepada amal yaumi.
Tausiah, jika kita selalu mengikuti maka kita akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru dari apa yang disampaikan. Kemudian tilawah, semakin banyak kita membaca tilawah, maka semakin banyak pahala yang kita kumpulkan. Amal yaumi, jika kita laksanakan semuanya dengan baik, maka Subhanallah, banyak sekali manfaat yang akan kita rasakan dari amalan-amalan tersebut.
Nah, saya sendiri, mungkin termasuk orang yang jarang melakukan kegiatan amal yaumi tersebut. namun setelah ikut AAI saya menjadi termotivasi untuk mengerjakan amal yaumi, walaupun dalam kadar yang masih sedikit, namun perubahan yang sedikit itu sangat berarti bagi saya. Setidaknya bisa mengubah saya sedikit demi sedikit.
Kemudian saya mendapat banyak sekali pengetahuan dari apa yang disampaikan saat AAI, saya semakin takjub dengan kebesaran-kebesaran Allah. Allahuakbar!
Materi-materi yang disampaikan saat AAI membuat saya semakin termotivasi. Yang tadinya saya tidak saya ketahui sekarang saya mengetahuinya. Tidak hanya itu, di AAI juga sering ada tanya jawab dan saling berbagi cerita, kegiatannya menjadi tambah seru dan asyik. Saya jadi lebih mengenal teman-teman saya. Selain itu, mbak IU juga sering mengecek kondisi anggota AAI, sering memberi motivasi-motivasi baru, dan saran-saran yang baik.
Alhamdulillah selama mengikuti AAI ini saya belum pernah absen, AAI itu sudah seperti kuliah yang harus diikuti, sayang jika tidak diikuti. Namun, yang membuat saya sedih saat ini adalah ketika mengetahui bahwa asisten saya akan diganti dengan asisten baru. Ini berarti saya akan jarang bertemu dengan mbak IU lagi. Akan tiada lagi AAIU (AAI bersama mbak IU).
Namun siapapun asisten yang akan menggantikan mbak IU nanti tidak masalah, yang terpenting kita mengikuti AAI dengan sungguh-sungguh agar manfaat yang kita rasakan semakin bertambah, aamiin. Semuanya tergantung pada diri masing-masing, apabila ingin meningkat harus dengan usaha yang baik.
Dan intinya adalah, AAI itu keren, asyik, menyenangkan, bermanfaat, dan mengalihkan dunia saya. AAI luar biasa!

Kamis, 04 April 2013

nyaris pingsan! haha

hello bloggy :)

lama nih ga posting :D
nah, kali ini aku pengen cerita tentang pengalamanku, ga tau sih ini pengalaman lucu atau memalukan haha
tapi yang jelas kalo inget kejadian ini aku ga habis pikir, kok bisa gitu juga yaa (nyengir) hha

ceritanya begini :D
pertengahan maret lalu aku ikut upgrading dari salah satu organisasi yang aku ikutin di kampus, yaitu HMJ :)
nah, upgradingnya itu outbond pemirsaaaa (aposeh)
kalo masalah outbond mah aku seneng banget hihi

seperti biasa, kalo outbond pastinya buat kelompok dulu ;)
nah aku satu kelompok sama obri, mbak rere, chandra, and satunya siapa yaaa (tiba-tiba lupa -___-)
kelompokku namanya BUAYA #nahloh disuruh pake nama hewan sih :D

singkat cerita, aku ikut outbond deh
ada 5 pos di outbond ini
pas nyampe pos 4, ternyata game nya lumayan :o
bloggy tau ga sih, game nya ala ala running man gitu deh :/

ceritanya kita disuruh muter dulu 5 kali sambil nunduk + tutup hidung (kebayang ga pusingnya -_-)
terus harus lari ngelewatin sebuah batang kayu yang ada di depan

sebenernya, kondisiku lagi ga begitu fit sih
bayangin deh, sehari sebelumnya aku cuma tidur 1 jam, terus banyak ngerjain tugas, ga enak deh pokoknya
rada pusing sih .__.

pas giliran aku, yaudahdeh, aku ngikutin aturannya, dan bloggy tau, aku pusing setengah mati
itu tanah rasanya kayak diputer 180 derajat, aku ga kuat
dan akhirnya aku terjatuh (duduk) kemudian karana rasanya pusiiiiiiiiiiiiiiiiinnnggggg bangeeetttt aku terbaring deh -____- bener-bener kayak orang pingsan :O
dan itu tepat dibawah pohon, enak kali yaaa haahaa

seketika itu para pengurus yang ada di lokasi panik, dikira aku pingsan, malah mau ditelponin ambulans :o
aku terbaring untuk beberapa detik, dan seketika itu aku bangun kemudian berlari melanjutkan game -___-
nahloh, orang-orang di lokasi pada kaget + ketawa ketiwi -________-

saat aku terbaring yang ada dalam pikiranku "lho, aku ngapain baring kayak gini, aku kan mesti lari"
nah akhirnya ya gitu deh..

ya lucu juga sih, kok aku bisa kayak gitu yaa :O
sampe-sampe bikin orang panik and bingung hahaha
and ternyata kelompokku menang, padahal kan aku sempet jatuh, ga ngira banget deh ahaahahaha

ini hikmahnya kalo kondisi lagi ga fit gausah ikut maen maen dulu deh haha
tapi ada positifnya lho, semakin kuat motivasi dan tujuan yang ingin dicapai, maka usaha yang dilakukan pun akan diupayakan maksimal
dalam kisahku diatas yaa motivasi dari baring sampe bangun lari itu deh, tujuannya kan pengen menaaanggg hahahaha

tapi aku tetep semangat, bukan berarti habis itu aku sakit, malah habis itu aku masih kayak biasanya :D
dan seolah ga terjadi apa apa sama aku ahahahha

Sekian dulu ya bloggy, ntar aku posting pengalamanku yang baru lagi dan lebih seru :D


Salam Bloggy :)